Tekan Angka Kematian Akibat Campak, Dinkes Natuna Gelar Sosialisasi terkait Campak

Tekan Angka Kematian Akibat Campak, Dinkes Natuna Gelar Sosialisasi terkait Campak - Hallo sahabat Malaysia dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Tekan Angka Kematian Akibat Campak, Dinkes Natuna Gelar Sosialisasi terkait Campak, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Artis, Artikel Berita, Artikel Budaya, Artikel Kabar, Artikel Malaysia, Artikel Melayu, Artikel News, Artikel Politik, Artikel Ragam, Artikel Singapore, Artikel Singapura, Artikel Sosial, Artikel Terbaru, Artikel Terkini, Artikel Update, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tekan Angka Kematian Akibat Campak, Dinkes Natuna Gelar Sosialisasi terkait Campak
link : Tekan Angka Kematian Akibat Campak, Dinkes Natuna Gelar Sosialisasi terkait Campak

Baca juga


Tekan Angka Kematian Akibat Campak, Dinkes Natuna Gelar Sosialisasi terkait Campak

Wabup Ngesti Yuni bersama OPD saat Sosialiasasi
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Pada tahun lalu 2000, tercatat lebih dari 562.000 orang anak per- tahun meninggal di seluruh dunia karena komplikasi penyakit campak. Mengatasi hal itu, dengan segala upaya dan pemberian imunisasi campak pada tahun 2014 angka kematian akibat campak menurun menjadi 115.000per- tahun.

Menindaklanjuti upaya penekanan penyakit tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Natuna menggelar sosialisasi  terkait penularan campak dan campak Jerman Measeles Rubella yang biasa disebut Rubella atau MR kepada masyarakat Natuna.
Wabup Buka Acara Sosialisasi

Kegiatan yang dilakukan di Natuna Hotel Ranai Darat, Dinas Kesehatan (Diskes), Selasa, (3/7/ 2018) ini, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti yang juga membuka secara resmi kegiatan tersebut, didampingi oleh para asisten dan segenap pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Natuna.

Turut hadir juga Ketua tim penggerak PKK kabupaten Natuna, Ketua lembaga dan organisasi frofesi di wilayah kerja kabupaten Natuna, Kepala bidang kesehatan provinsi Kepri dan Ketua pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia Provinsi Kepri.
Wabup Ngesti Tanda Tangani Komitmen
Pemberantasan Virus MR
Photo Bersama Usai Pembukaan Acara


Dalam sambutannya Wakil Bupati Natuna Drs.Hj. Ngesti Yuni Suprapti mengatakan Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pngendalian penyakit rubella/kecatatan yang disebabkan oleh infeksi pada saat kehamilan pada tahun 2020.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah imunisasi massal sebagai upaya untuk memutuskan mata rantai penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat.

Di Natuna imunisasi MR, pada bulan Agustus 2018 akan dilaksanakan di seluruh sekolah yang terdiri dari sekolah SDM/MI dan SMP/MTS sederajat. Sedangkan pada bulan September 2018 imunisasi MR akan dilaksanakan di seluruh posyandu-posyandu, Polindes, Poskesdes dan berbagai fasilitas kesehatan masyarakat dengan sasaran imunisasi bagi bayi berusia 9 bulan sampai pada anak usia 6 tahun.

Ngesti juga berharap, kepada segenap unsur media baik media cetak maupuan media elektonik kiranya dapat mendukung untuk menyebarluaskan informasi terhadap rencana pelaksanaan program imunisasi massal ini.

“Hal ini, penting mengingat keadaan geografis Natuna yang berbentuk kepulauan. Sehingga melalui media informasi yang ada seluruh masyarakat mendapatkan informasi yang utuh,terutama yang berdomisili di daerah dengan kondisi transportasi dan pelayanan kesehatan terbatas,” kata Wabup.

Pada kesempatan sama dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Rizal Renaldy mengatakan campak merupakan penyakit sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin dengan gejala yang ditimbulkan adalah demam tinggi, bercak merah pada kulit serta batuk atau pilek dan bisa menyebabkan kematian bila terjadi komplikasi.

“99 persen orang yang berintraksi erat dengan penderita campak dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak,”terang Rizal.

Tambah Rizal, di Indonesia, rubella merupakah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif.
Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia <15 tahun.

Selain itu, berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit CRS di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat 2767 kasus CRS, 82/100.000 terjadi pada usia ibu 15-19 tahun dan menurun menjadi 47/100.000 pada usia ibu 40-44 tahun.

Menurut Rizal tidak ada obat untuk penyakit campak dan rubella namun penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi rutin dengan vaksin Measles Rubella.

“Ini merupakan salah satu prioritas kegiatan dari Kemetrian Kesehatan sebagai salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah untuk mencapai sustainable Development Goals (SDGs)” khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak,”papar Rizal.

Pemerintah Kabupaten Natuna berkomitmen terhadap pelaksanaan kegiatan kampanye dan introduksi campak dan rubella secara nasional pada tahun 2018 ini untuk dilaksanakan di luar pulau jawa.

Rizal menambahkan, sasaran kegiatan kampanye imunisasi Measeles Rubella meliputi Posyandu, Paud, TK,SD/Mi,SMP/MTS dengan jumlah total sasaran 23.780 anak dengan petugas imunisasi sebanyak 373 orang yang tersebar diseluruh Kabupaten Natuna.

Adw


Tekan Angka Kematian Akibat Campak, Dinkes Natuna Gelar Sosialisasi terkait Campak

Sekianlah artikel Tekan Angka Kematian Akibat Campak, Dinkes Natuna Gelar Sosialisasi terkait Campak kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Sudah dibaca Tekan Angka Kematian Akibat Campak, Dinkes Natuna Gelar Sosialisasi terkait Campak linknya https://malaysiadansekitarnya.blogspot.com/2018/07/tekan-angka-kematian-akibat-campak.html

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

0 Response to "Tekan Angka Kematian Akibat Campak, Dinkes Natuna Gelar Sosialisasi terkait Campak"

Posting Komentar