Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination

Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination - Hallo sahabat Malaysia dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel Budaya, Artikel Kabar, Artikel Malaysia, Artikel Melayu, Artikel News, Artikel Politik, Artikel Ragam, Artikel Sosial, Artikel Terbaru, Artikel Terkini, Artikel Update, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination
link : Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination

Baca juga


Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination

 

Aksi Kolaborasi Menpar Arief Yahya di ASEAN Tourism Forum (ATF) 2017 Singapore 

SINGAPORE – Tiga strategi korporasi yang selalu menjadi pegangan Menpar Arief Yahya dalam membangun korporasi untuk menjadi global player. Yakni, Competitive, Comparative, dan Collaborative, yang biasa disingkat dengan 3C. Itu juga yang dijadikan patokan dalam menjalin kerjasama regional bersama Negara-negara Asia Tenggara, dalam rangkaian ATF 2017, ASEAN Tourism Forum di Singapore, 16-20 Januari 2017.

“ASEAN dengan 10 negara itu dikunjungi lebih dari 115,8 juta wisman tahun 2016, naik sekitar 7% dan angkanya terus bertambah. Kita masih kecil, hanya di kisaran 10-12%. Tailand sekitar 30%, Malaysia 25%, Singapore 15%, baru Indonesia, dan negara-negara lainnya seperti Vietnam, Filipina, Brunei, Kamboja, Laos dan Myanmar. Artinya, kita harus berkolaborasi untuk menjadi besar,” kata Arief Yahya, Menpar dalam 45th Meeting of The ASEAN NTOS dan 20th Meeting of ASEAN Tourism Ministers di Pan Pacific Hotel Singapore itu.

Forum Pariwisata ASEAN ini sangat penting dan strategis bagi Indonesia. Pertama, jika diteropong dari 3S, --Size (ukuran), Sustainability (pertumbuhan), Spread (hasil)--, Pariwisata Indonesia masih belum bisa mengalahkan tiga Negara, Thailand, Malaysia dan Singapore. Memang dari sisi growth atau pertumbuhan, hanya tertinggal dari Thailand dan Vietnam, tetapi size dan spread-nya masih harus mengejar Thailand, Malaysia, dan Singapore.

Karena posisinya bukan yang terbesar, maka Indonesia akan lebih diuntungkan bergabung dalam segala joint promotion dan events antarnegara ASEAN, yang menjadi komitmen penting di ATF 2017 itu. “Inilah implementasi dari collaboration. Masing-masing Negara punya kekuatan destinasi tersendiri, punya competitive dan comparative advantage. Ketika beragam kekuatan itu disatukan, maka akan saling mengisi kekurangan, dan menjadi satu

Arief Yahya mengibaratkan bermain bola. Jatah striker atau pemain penyerang dalam satu pertandingan 2x45 menit itu hanya 2-3 orang. Kalau sudah ada pemain sekelas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, yang terbaik dunia, maka kita jangan berambisi mengalahkan mereka yang saat ini peluangnya kecil. Maka, pilihlah posisi yang lain, yang penting dan menjadi pilar utama sebuah tim yang solid. Masih ada posisi kipper, stopper, bek kiri-kanan, libero dan playmaker di lapangan tengah, yang sama pentingnya dalam sebuah tim. “Inilah collaboration strategy! Berbagi peran,” ujar Mantan Dirut PT Telkom itu.

Kedua, ITF 2017 ini menjadi penting karena momentumnya juga pas, saat golden celebration, 50 tahun memperingati ASEAN, asosiasi Negara-negara Asia Tenggara. Kalau ASEAN kuat, maju bersama, maka Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar, wilayah terluas, destinasi terbanyak, bahari terbaik, akan punya opportunity yang lebih besar untuk maju. “Saya yang melauncing Visit ASEAN50@ Golden Celebration di ITB Berlin, Jerman 2016 lalu,” sebut Arief Yahya.

Arief Yahya juga mengingatkan bahwa bisnis Tourism itu mirip dengan Telecommunication dan Transportation. Ada factor season, atau musiman, ada peak season dan low season. Dan yang terpenting, ada proximity, atau kedekatan. Baik kedekatan jarak, maupun kedekatan budaya atau kultural. “Ini terbukti, tahun 2016, 43% wisatawan mancanegara yang masuk ke Negara-negara ASEAN itu berasal dari Negara-negara anggota ASEAN sendiri. Yang berasal dari ASIA, 36%, seperti China, Jepang, Korea, Hongkong, Taiwan, India, dan lainnya,” jelasnya.

Ketiga, Menpar Arief Yahya melihat proyeksi dan masa depan ASEAN as single destination, atau ASEAN sebagai satu destinasi itu sangat menjanjikan. Seorang CEO selalu melihat proyeksi, bahkan menyebut proyeksi itu jauh lebih penting daripada performance. “Program dan keseriusan menuju capaian di ASEAN@50 ini sangat bagus, agrasif, dan connect dengan tiga prioritas yang menjadi concern Kemenpar 2017,” ungkap Menpar.

TIga top three yang menjadi focus Menpar Arief Yahya selama 2017 adalah air connectivity, untuk memenuhi seats capacity, melalui airline dan airport, yang tahun 2017 ini kurang 4 juta seats. Lalu homestay desa wisata, untuk mengcover amenitas di setiap destinasi prioritas. Dan, go digital, yakni menggunakan digital untuk branding, advertising dan selling dia media. Lalu, digital di manajemen information system dengan M-17 war room. Dan, membangun platform digital market place dengan ITX Indonesia Tourism Xchange.

Di Ministrial Meeting yang dipimpin oleh tuan rumah, S Iswaran, Minister for Trade and Industry Singapore, menyebut bahwa statemen Menpar Arief Yahya itu adalah kuncinya. Terutama joint marketing, digital marketing, promosi melalui linking website www.Indonesia.travel dan www.visitasean50.com, serta melalui media social. “Peran Indonesia sangat penting di Visit ASEAN@50 ini,” sebut S Iswaran.  

Di forum yang dihadiri semua menteri di ASEAN yang membawahi Pariwisata itu, Arief Yahya menyampatkan 3 poin penting. Pertama, Indonesia mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah Singapore, yang menyiapkan ATF 2017 dengan baik. Kedua, Indonesia ikut berpartisipasi aktif mensupport ASEAN as single destination, dan sudah dilakukan sejak 2016 lalu. Bahkan yang melauncing program visit ASEAN @50 itu di ITB Berlin adalah Menpar Arief Yahya, lalu diikuti dengan berbagai promosi di hampir semua booth Wonderful Indonesia di banyak travel market dunia, dipresentasikan di setiap pertemuan internasional.

Indonesia juga sudah menyetor, mengusulkan 5 event festival yang bisa dipromosikan di Negara-negara ASEAN, diantaranya Bali Art Festival, Asmat Cultural Festival di Papu, Singkawang Cap Go Meh Festival di Kalbar, Danau Toba Festival di Sumatera Utara, dan Jember Fashion Carnival. Indonesia juga sudah mempromosikan Visit ASEAN@50 di berbagai platform, dari online dan offline. “Kami juga sudah melakukan Famtrip The Most Unforgettable Travel Experience, untuk mendorong percepatan ASEAN as a single destination,” katanya.(*)


Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination

Sekianlah artikel Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Sudah dibaca Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination linknya https://malaysiadansekitarnya.blogspot.com/2017/01/indonesia-dorong-percepatan-asean-as.html

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

0 Response to "Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination"

Posting Komentar