Judul : APTAKSINDO Road Show ke Kampus, Muhammad Ali Zaini Dorong Mahasiswa Miliki Sertifikasi Kompetensi
link : APTAKSINDO Road Show ke Kampus, Muhammad Ali Zaini Dorong Mahasiswa Miliki Sertifikasi Kompetensi
APTAKSINDO Road Show ke Kampus, Muhammad Ali Zaini Dorong Mahasiswa Miliki Sertifikasi Kompetensi
Pendiri APTAKSINDO Muhammad Ali Zaini di kantor dekan UB D
MALANG | KEJORANEWS.COM: Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sertifikasi kompetensi terus dilakukan Asosiasi Perusahaan Konsultan Indonesia (APTAKSINDO). Pendiri APTAKSINDO, Muhammad Ali Zaini, melakukan road show ke sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Timur untuk menyosialisasikan sertifikasi jasa konstruksi maupun nonjasa konstruksi yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Road show ini menjadi bagian dari langkah APTAKSINDO dalam menyiapkan SDM yang tidak hanya memiliki latar belakang pendidikan akademik, tetapi juga kompetensi profesional yang dibutuhkan dunia kerja.
Sebelumnya, APTAKSINDO bersama Persatuan Perusahaan Jasa Konstruksi Indonesia (PERJASI) telah merampungkan Musyawarah Nasional (Munas) III BPN APTAKSINDO dan PERJASI 2026.
Forum yang digelar selama dua hari, 12-13 Agustus 2026, di Hotel Leedon Suites Surabaya tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk penguatan organisasi dan sektor jasa konstruksi nasional.
Salah satu perhatian yang terus didorong adalah peningkatan kualitas dan kompetensi SDM. Implementasinya kini dilakukan melalui perluasan sertifikasi, termasuk menyasar mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Road Show Dimulai dari Fakultas Teknik UB
Kampus pertama yang dikunjungi adalah Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jumat (21/8/2026).
Muhammad Ali Zaini berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Dekan Fakultas Teknik UB, serta Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN Eng., Wakil Dekan I Fakultas Teknik UB.
Pertemuan berlangsung di ruang Dekan lantai 7 dan membahas peluang program sertifikasi bagi mahasiswa Universitas Brawijaya.
Ali Zaini menilai sertifikasi menjadi penting karena mahasiswa perlu memiliki bekal kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
“Saya berharap ke depan mahasiswa sudah mempunyai kompetensi lebih sebagai tenaga terampil ahli. Selain punya ijazah sarjana. Artinya SDM yang siap kerja,” ujar Ali Zaini.
Menurut dia, ijazah akademik tetap menjadi dasar penting. Namun, di tengah kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif, sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah sekaligus bukti kemampuan profesional seseorang.
Dekan Fakultas Teknik UB, Prof. Hadi Suyono, menyambut positif program tersebut.
“Pada prinsipnya kami sangat mendukung program sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga tenaga yang mempunyai kompetensi terukur dan sesuai kebutuhan profesi,” ujarnya.
Prof. Hadi berharap sinergi antara perguruan tinggi, lembaga sertifikasi dan dunia industri dapat terus dikembangkan.
“Harapannya mahasiswa memiliki bekal yang lebih lengkap ketika lulus, baik dari sisi akademik, pengalaman maupun kompetensi profesional,” tambahnya.
Sudah 18 Uji Kompetensi di Jawa Timur
Ali Zaini mengungkapkan, program sertifikasi yang dijalankan APTAKSINDO telah memiliki capaian di Jawa Timur.
“Sudah ada 18 uji kompetensi di 38 kabupaten atau kota di Jawa Timur,” ungkapnya.
Pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui kerja sama APTAKSINDO dengan PT Utama Lestari Indonesia.
Tidak hanya melakukan sosialisasi, APTAKSINDO juga telah menerbitkan sertifikat kompetensi kerja dalam jumlah cukup besar.
“Tahun 2025 kemarin kita sudah mengeluarkan 1.800 orang SKK, Sertifikat Kompetensi Kerja,” jelas Ali Zaini.
Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap sertifikasi kompetensi semakin besar. Karena itu, akses terhadap uji kompetensi perlu terus diperluas.
Segera Cetak Asesor Kompetensi
Langkah berikutnya yang sedang disiapkan APTAKSINDO adalah memperkuat kapasitas asesor kompetensi.
Ali Zaini mengatakan, dalam waktu dekat akan dilaksanakan program pembentukan asesor kompetensi di Surabaya.
“Terdekat akan membuat asesor kompetensi. Selain SDM yang sertifikat, juga asesor kompetensi yang akan dilaksanakan di Surabaya selama lima hari,” ujarnya.
Penambahan asesor kompetensi dinilai penting untuk mendukung semakin luasnya pelaksanaan uji kompetensi di Jawa Timur.
Sosialisasi Berlanjut ke Universitas Widya Gama
Selain Universitas Brawijaya, Muhammad Ali Zaini yang juga menjabat Ketua FPK Jawa Timur, bersama jajaran pengurus melanjutkan agenda ke Universitas Widya Gama Malang.
Rombongan ditemui Prof. Dr. Ana Sopanah Supriyadi, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA, selaku Wakil Rektor III Universitas Widya Gama Malang.
Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan program sertifikasi bagi mahasiswa dan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga sertifikasi.
Prof. Ana Sopanah menyambut baik inisiatif tersebut.
“Program sertifikasi kompetensi sangat penting untuk memberikan pengakuan terhadap kemampuan mahasiswa. Kami menyambut baik adanya komunikasi dan peluang kolaborasi seperti ini, karena mahasiswa membutuhkan bekal yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan dunia kerja,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga sertifikasi dan dunia industri akan membantu meningkatkan kesiapan lulusan.
“Mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman dan pengakuan kompetensi sejak masih berada di perguruan tinggi,” katanya.
Libatkan Pengurus Pusat APTAKSINDO
Dalam rangkaian road show tersebut, Muhammad Ali Zaini didampingi sejumlah Pengurus Pusat APTAKSINDO, di antaranya Syahreni, Sugiarto, S.E., M.Si., dan Izza Tyas, S.E.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan keseriusan APTAKSINDO dalam memperluas edukasi dan akses sertifikasi kompetensi, tidak hanya bagi tenaga profesional di sektor konstruksi, tetapi juga generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
Ali Zaini menegaskan, sertifikasi harus dipandang sebagai investasi SDM.
“Target kita adalah bagaimana mahasiswa ketika lulus tidak hanya membawa ijazah sarjana, tetapi juga mempunyai kompetensi yang diakui. Dengan begitu, mereka benar-benar menjadi SDM yang siap kerja,” tegasnya.
Dengan capaian 1.800 SKK pada 2025, 18 uji kompetensi yang telah berjalan di 38 kabupaten/kota Jawa Timur, serta rencana pembentukan asesor kompetensi di Surabaya, APTAKSINDO berupaya membangun ekosistem sertifikasi yang semakin kuat.
Road show ke PTN dan PTS se-Jawa Timur pun akan terus dilakukan. Tujuannya jelas, yakni mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mencetak SDM yang memiliki ijazah akademik, kompetensi profesional dan kesiapan kerja. Ans
APTAKSINDO Road Show ke Kampus, Muhammad Ali Zaini Dorong Mahasiswa Miliki Sertifikasi Kompetensi
Sudah dibaca APTAKSINDO Road Show ke Kampus, Muhammad Ali Zaini Dorong Mahasiswa Miliki Sertifikasi Kompetensi linknya https://malaysiadansekitarnya.blogspot.com/2026/08/aptaksindo-road-show-ke-kampus-muhammad.html


0 Response to "APTAKSINDO Road Show ke Kampus, Muhammad Ali Zaini Dorong Mahasiswa Miliki Sertifikasi Kompetensi"
Posting Komentar