Judul : Shiena, CEO Cilik Malang Raih Penghargaan Internasional BloomBite di UNISMA Inspirasi Gaya Hidup Sehat Anak
link : Shiena, CEO Cilik Malang Raih Penghargaan Internasional BloomBite di UNISMA Inspirasi Gaya Hidup Sehat Anak
Shiena, CEO Cilik Malang Raih Penghargaan Internasional BloomBite di UNISMA Inspirasi Gaya Hidup Sehat Anak
Afshiena, CEO Cilik Malang sedang presentasi produk Inspirasi Gaya Hidup Sehat Anak Indonesia
MALANG | KEJORANEWS.COM: Di tengah maraknya makanan instan yang akrab dengan anak-anak, seorang siswi sekolah dasar asal Kabupaten Malang justru menghadirkan solusi melalui inovasi pangan sehat. Namanya Afshiena Chuancantya, baru berusia delapan tahun, namun telah dipercaya menjadi Founder & CEO BloomBite Healthy Cookies dan sukses mengharumkan nama Indonesia di forum internasional.
Kemampuan berbahasa Inggris yang fasih saat mempresentasikan ide bisnisnya menjadi salah satu daya tarik dalam ajang International CEO Talks, MoU Signing & Startup Innovation Forum 2026 yang digelar di Hall KH Abdurrahman Wahid Universitas Islam Malang (UNISMA), Jumat (10/7/2026).
Pada forum yang dihadiri akademisi, pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Timur, CEO internasional, dosen, mahasiswa, hingga ratusan pelajar tersebut, Afshiena berhasil meraih Best Healthy Food Innovation Award berkat inovasi BloomBite Healthy Cookies, camilan sehat yang dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat sejak usia dini sekaligus membantu mencegah meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada anak.
Penghargaan tersebut diberikan oleh kolaborasi SBDI Center Foundation, Global Kids and Youth for United Nations (GKUN), Universitas Islam Malang (UNISMA), Tauros Media Netherlands, dan Wise Use International Netherlands sebagai bentuk apresiasi atas inovasi yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam sesi Young CEO Talk: Showcase Session, Afshiena tampil percaya diri memaparkan gagasan bisnisnya menggunakan bahasa Inggris. Ia menjelaskan bagaimana BloomBite lahir dari kepeduliannya terhadap pola konsumsi anak-anak yang semakin rentan terhadap penyakit akibat tingginya konsumsi gula.
Produk BloomBite dibuat menggunakan gula aren organik, susu almond organik, dan bahan bebas gluten sehingga menjadi alternatif camilan yang lebih sehat bagi anak-anak maupun keluarga.
Di balik keberhasilan tersebut, sang ibu, Rahayu Ningtyasworo, mengaku selalu berusaha menjadi pendamping, bukan penentu jalan hidup anak.
"Kami tidak ingin memaksakan keinginan orang tua. Anak juga harus didengar. Tugas kami adalah mencari lingkungan belajar yang sesuai dengan karakter Shiena agar ia berkembang dengan bahagia," tuturnya.
Menurut Rahayu, ide BloomBite sepenuhnya berasal dari putrinya. Saat mengikuti program Young CEO I-LEAD (Innovation, Leadership, Entrepreneurship and Sustainable Development) yang diselenggarakan Global Kids and Youth for United Nations (GKUN) bersama Sustainable Business Development and Innovation (SBDI) Center dan mitra internasional dari Belanda, Afshiena memilih mengembangkan bisnis yang selaras dengan gaya hidup sehat yang selama ini dijalaninya.
Program tersebut memang dirancang agar setiap peserta tidak hanya belajar membangun usaha, tetapi juga menciptakan bisnis yang memiliki nilai sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Shiena melihat banyak anak mulai terkena diabetes tipe 2. Dari situlah muncul keinginannya membuat cookies sehat agar anak-anak lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini," jelas Rahayu.
Ia menambahkan, hampir seluruh konsep BloomBite merupakan hasil kreativitas putrinya, mulai dari ide produk, bentuk kue, hingga desainnya. Orang tua hanya membantu melakukan riset bahan baku dan proses produksi agar menghasilkan produk berkualitas.
Selain menjadi CEO cilik, Afshiena juga aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan, seperti Public Speaking Class, English Class, Archery, Qur'an Class, Pastry Class, Science Food Class, Pottery Class, pengalaman sebagai penyiar radio muda, hingga menjadi bagian dari Global Kids and Youth for United Nations (GKUN).
Prestasinya pun terus bertambah. Di antaranya Juara III TDA Kidspreneur 2025, Bronze Medal Spirit World Education 2025 kategori Bahasa Inggris dan Sains, serta Grand Finalist Indonesian Student Champion Competition tahun 2025 dan 2026.
Kepala SD Islam Al Ma'arif 02 Singosari, Hj. Luluk Ernawati, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswinya.
"Prestasi yang diraih Ananda Shiena menjadi kebanggaan sekolah. Kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang terus memberikan bimbingan dan dukungan sehingga Shiena mampu menginspirasi teman-temannya dan membangun jejaring hingga tingkat internasional," ujarnya.
Forum internasional tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dunia, di antaranya Prof. Dr.-Ing. Hendro Wicaksono, Ketua Umum Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional (I-4) dari Constructor University Bremen, Jerman, serta Mr. Jeroen Rijneberg, Mr. Guido Lassally, dan Mr. Dorotheus Wisman dari Belanda.
Co-Founder dan Co-Director Global Kids and Youth for United Nations (GKUN), Dr. Imam Wahyudi Karimullah, S.S., M.A., menjelaskan bahwa program Young CEO dibangun untuk mencetak generasi yang tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja sejak usia dini.
"Anak-anak dibekali kepemimpinan, diplomasi, kewirausahaan, serta pemahaman terhadap SDGs. Mereka juga dipertemukan dengan mentor dan CEO dunia agar memiliki jejaring internasional sejak kecil," katanya.
Sementara itu, Rektor UNISMA, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D., mengaku terkesan dengan kualitas presentasi para Young CEO.
"Presentasinya sangat runtut. Mereka mampu memulai dari analisis masalah, menemukan solusi, mengembangkan ide bisnis, hingga menawarkan peluang investasi. Ini membuktikan bahwa jiwa entrepreneur dapat ditanamkan sejak usia dini," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa UNISMA akan terus memperkuat ekosistem inkubator bisnis dan memperluas kolaborasi internasional agar semakin banyak inovasi anak bangsa yang mampu menembus pasar global.
Keberhasilan Afshiena Chuancantya menjadi penerima Best Healthy Food Innovation Award bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bukti bahwa anak-anak Indonesia mampu bersaing di panggung internasional ketika diberi ruang untuk berinovasi. Di usia yang masih belia, Shiena telah menunjukkan bahwa sebuah ide sederhana yang lahir dari kepedulian terhadap kesehatan dapat berkembang menjadi inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat luas. ANS
Shiena, CEO Cilik Malang Raih Penghargaan Internasional BloomBite di UNISMA Inspirasi Gaya Hidup Sehat Anak
Sudah dibaca Shiena, CEO Cilik Malang Raih Penghargaan Internasional BloomBite di UNISMA Inspirasi Gaya Hidup Sehat Anak linknya https://malaysiadansekitarnya.blogspot.com/2026/07/shiena-ceo-cilik-malang-raih.html

0 Response to "Shiena, CEO Cilik Malang Raih Penghargaan Internasional BloomBite di UNISMA Inspirasi Gaya Hidup Sehat Anak"
Posting Komentar