Judul : Perluas Akses hingga Pelosok, Dispussipda Kota Malang Genjot Literasi Lewat 42 Perpustakaan dan Titik Baca Publik
link : Perluas Akses hingga Pelosok, Dispussipda Kota Malang Genjot Literasi Lewat 42 Perpustakaan dan Titik Baca Publik
Perluas Akses hingga Pelosok, Dispussipda Kota Malang Genjot Literasi Lewat 42 Perpustakaan dan Titik Baca Publik
Dispussipda Kota Malang Lomba Literasi gelar antar Perpustakaan masyarakat.
MALANG | KEJORANEWS.COM: Penguatan budaya literasi di tengah masyarakat terus menjadi fokus utama Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang. Tak hanya melalui kegiatan lomba, strategi besar kini diarahkan pada perluasan akses layanan perpustakaan hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah pinggiran kota.
Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, mengungkapkan bahwa saat ini telah terdapat sekitar 42 perpustakaan masyarakat aktif di Kota Malang. Jumlah tersebut akan terus ditambah melalui pengusulan perpustakaan di tingkat kelurahan, seiring dengan total 57 kelurahan yang ada.
“Literasi tidak boleh hanya terpusat di satu titik. Kami ingin masyarakat mudah mengakses bahan bacaan, baik di pusat kota maupun di wilayah pinggiran,” ujarnya, Senin (27/4).
Selain memperbanyak jumlah perpustakaan, Dispussipda juga menghadirkan berbagai inovasi layanan. Masyarakat kini dapat menikmati fasilitas buku fisik maupun digital di sejumlah titik strategis, seperti Mal Alun-Alun (Mall Pelayanan Publik), gedung MCC, hingga layanan perpustakaan keliling yang rutin hadir di Alun-Alun Merdeka Malang.
Menurut Yayuk, pendekatan ini dilakukan untuk mengubah paradigma masyarakat bahwa membaca tidak harus dilakukan di ruang perpustakaan konvensional, melainkan bisa menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di ruang publik.
Tak hanya itu, program penguatan literasi juga diperkuat melalui Gerakan Literasi Masyarakat yang mendapat dukungan dari legislatif melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan. Dukungan ini difokuskan pada pembentukan dan pengembangan perpustakaan masyarakat di berbagai wilayah.
Sementara itu, capaian Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kota Malang tahun 2025 berada di kisaran 83–84 persen. Meski terdapat perubahan indikator penilaian dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, posisi Kota Malang tetap berada di jajaran atas di Jawa Timur dan bersaing dengan Surabaya.
Sebagai bagian dari penguatan literasi dari hulu, Dispussipda juga kembali menggelar Lomba Bertutur bagi siswa Sekolah Dasar setelah sempat terhenti sejak 2019 akibat pandemi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan kecintaan membaca sejak usia dini.
“Target kami jelas, menjadikan membaca sebagai gaya hidup masyarakat. Dengan sinergi program ‘Ngalam Pintar’, kami optimistis literasi di Kota Malang akan terus tumbuh dan merata,” ujarnya.
Perluas Akses hingga Pelosok, Dispussipda Kota Malang Genjot Literasi Lewat 42 Perpustakaan dan Titik Baca Publik
Sudah dibaca Perluas Akses hingga Pelosok, Dispussipda Kota Malang Genjot Literasi Lewat 42 Perpustakaan dan Titik Baca Publik linknya https://malaysiadansekitarnya.blogspot.com/2026/04/perluas-akses-hingga-pelosok.html

0 Response to "Perluas Akses hingga Pelosok, Dispussipda Kota Malang Genjot Literasi Lewat 42 Perpustakaan dan Titik Baca Publik"
Posting Komentar