Pembangunan Drainase Anggaran APBD Tahun 2020 Menuai Keritik Warga - Hallo sahabat
Malaysia dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pembangunan Drainase Anggaran APBD Tahun 2020 Menuai Keritik Warga, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Artis,
Artikel Berita,
Artikel Budaya,
Artikel Kabar,
Artikel Malaysia,
Artikel Melayu,
Artikel News,
Artikel Politik,
Artikel Ragam,
Artikel Singapore,
Artikel Singapura,
Artikel Sosial,
Artikel Terbaru,
Artikel Terkini,
Artikel Update, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul :
Pembangunan Drainase Anggaran APBD Tahun 2020 Menuai Keritik Wargalink :
Pembangunan Drainase Anggaran APBD Tahun 2020 Menuai Keritik Warga
Pembangunan Drainase Anggaran APBD Tahun 2020 Menuai Keritik Warga
 |
Bentuk Drainase APBDP Tahun 2020 |
MESUJI I KEJORANEWS.COM: Pembangunan Drainase atau Talut atau gorong gorong yang terletak di Desa Bukoposo-Kebun Dalam, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji diduga merugikan salah satu warga Desa setempat dan dikeluhkan warga sekitar.
Pasalnya, pembangunan talut yang bersumber dari APBDP Tahun 2020 tersebut diduga mengambil atau memakan sebagian tanah milik warga sepanjang kurang lebih 1-2 meter serta yang lebih parah lagi pembangunan tersebut tanpa sepengetahuan pemilik tanah dan tanah perumahan warga tersebut lambat laun pasti akan terkikis oleh air serta selalu ambrol bila musim hujan deras. Terlebih bangunan terlihat Asal-asalan dan tidak mengacu kepada spesifikasi yang telah ditentukan dan bangunan itu sudah terlihat retak padahal baru seumur jagung bangunan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Parno(nama samaran) warga Desa tersebut selaku tetangga dan salah satu pemilik tanah yang di jadikan talut atau drainase. Kepada awak media Kejoranews ia mengukapkan kekecewaanya terhadap pemilik proyek tersebut beserta orang-orangnya yang dianggap bertindak seenaknya sendiri membangun talut di atas tanah milik orang lain tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dan parahnya lagi bangunan talut sebelahnya dia yang bangun sendiri, memang batu dari mereka tapi semen punya pribadi.
“Saya kecewa sekali atas tindakan pemegang proyek tersebut yang terkesan tanpa aturan sama sekali, seharusnya sebelum melakukan pembangunan dia harus memberi tahu terlebih dahulu pemilik tanah. Tidak asal bangun seenaknya seperti ini, apa lagi saya ini orang tua kok disepelekan tidak dihargai sama sekali,” ujar Parno dengan nada yang jengkel.
“Saya berharap pihak Pemkab Mesuji bisa bersikap yang bijaksana, silahkan membangun talut disini apa lagi ini untuk kepentingan infrastruktur masyarakat namun dengan cara yang baik dan jelas, tidak seperti ini, tanpa ada musyawarah kepada pemilik tanah terlebih dahulu kok asal bangun saja dan saya mengharapkan para penegak hukum dari Tipikotr Polres, Polda, kejaksaan ikut mengawasi pembangunan yang ada di Kabupaten Mesuji dan dinas PU serta DPRD Kabupaten Mesuji jangan tutup mata serta kapan bisa maju Kabupaten mesuji kalau pembangunan Mesuji berantakan macam ini tanpa pengawasan intansi terkait.” pungkas Paijo.
Ketika awak media konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp ke Dinas PU Kabupaten Mesuji Kabid Binamarga Agna Tius ST, MT., mengatakan, retak ya, nanti diperbaiki dan kan masih ada retensi.
Tambah Tius, kalaw masalah batu yang dibronjong itu bagus, yang bener batu yang bagaimana ya dan kalaw kurang pas setetmen saya kekantor aja temuin PPTK atau saya biar jelas, jelasnya.
Ketika di pertanyakan, Itukan kerjaan Drainase/talut atau pembangunan apa pak.? Lalu Kabid membalas kegiatan nya : pembangunan saluran drainase/talud/ gorong gorong, pungkas Kabid Binamarga, Kamis(21/1/2021).
(Team)
Pembangunan Drainase Anggaran APBD Tahun 2020 Menuai Keritik Warga
Sekianlah artikel Pembangunan Drainase Anggaran APBD Tahun 2020 Menuai Keritik Warga kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Sudah dibaca Pembangunan Drainase Anggaran APBD Tahun 2020 Menuai Keritik Warga linknya https://malaysiadansekitarnya.blogspot.com/2021/01/pembangunan-drainase-anggaran-apbd.html
Related Posts :
Kerajaan sasar 50,000 bebas status bankrap tahun depan, kata menteri
Mohamad Fadli
Azalina Othman Said berkata matlamat itu mensasarkan golongan Orang Kelainan Upaya, orang yang meninggal dunia,… Read More...
Hanya pondok, tahfiz berdaftar akan nikmati peruntukan Bajet 2018, kata menteri
Faiz Zainudin
Timbalan menteri di JPM berkata proses pendaftaran akan memudahan saluran peruntukan dan operasi institusi itu … Read More...
Seleweng dana RM180 juta: Bekas timbalan setiausaha kementerian direman
Bernama
Wanita itu antara 3 individu ditahan SPRM bagi membantu siasatan kes berkenaan.
PUTRAJAYA: Seorang bekas timbala… Read More...
Nurul Izzah lari ke kerusi Pandan?Yang Undi Pembangkang Bongokk.....
Dengan pembahagian kerusi Pakatan Harapan bakal dimuktamadkan hujung bulan ini, beberapa pemimpin kanan pembangkang dipercayai mengintai ‘… Read More...
Malaysia tiada hasrat tandatangan perjanjian pelarian, kata Zahid Adam Abu Bakar | October 6, 2017 Malaysia tidak menandatangani perjanjian membawa masuk pelarian tetapi bekerjasama dengan UNHCR dan agensi antarabangsa lain. ahmad-zahid-hamidi-unhcr-rohingya-pelarianKUALA LUMPUR: Timbalan Perdana Menteri Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengesahkan Malaysia tidak berhasrat untuk menandatangani perjanjian untuk membawa masuk pelarian etnik Rohingya ke negara ini. Katanya, walaupun tidak menandatangani perjanjian itu, negara bekerjasama dengan Pertubuhan Bangsa Bersatu Bagi Pelarian (UNHCR) dan beberapa agensi antarabangsa lain serta menetapkan dasar perikemanusiaan. Sehingga kini, Malaysia masih tidak menandatangani Perjanjian Berkaitan Pelarian dengan Konvensyen Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB). “Kita tidak berhasrat untuk menandatangani perjanjian untuk pelarian, walaupun kita pernah ada Pulau Bidong yang suatu ketika dahulu menerima pelarian dari Vietnam,” katanya dalam sidang media di Hotel JW Marriot hari ini. Sebelum ini, Pertubuhan Kerjasama Islam (OIC) menyatakan mengikut rapat perkembangan berhubung perjanjian antara Myanmar dan Bangladesh mengenai penubuhan kumpulan kerja untuk penghantaran pulang pelarian Rohingya. OIC berkata, pelarian Rohingya harus kembali ke negara asal dengan selamat serta bermaruah dan kerajaan Myanmar perlu mengambil langkah konkrit bagi menangani masalah yang mencetuskan ketegangan di Rakhine. Ketua Pengarah Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) Datuk Zulkifli Abu Bakar dilaporkan berkata tidak akan menghalau pelarian Rohingya, sebaliknya bersedia menyediakan tempat perlindungan sementara. Walaupun tidak menandatangani perjanjian berkenaan, sehingga kini lebih 100,000 pelarian Rohingya dan pemohon suaka berdaftar dengan UNHCR di Malaysia. Rohingya satu daripada 135 kumpulan etnik di Myanmar, dengan bilangan dianggarkan sekitar 1.33 juta orang, rata-ratanya beragama Islam. Kerajaan Myanmar menganggap mereka sebagai pendatang asing dan menafikan taraf kewarganegaraan. Penganiayaan besar-besaran melalui pembersihan etnik dan tindakan pembunuhan menyebabkan kira-kira 1.5 juta Rohingya terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka sejak kemerdekaan Burma pada 1948. Layanan ke atas lebih sejuta penduduk Rohingya cabaran terbesar pemimpin Myanmar, Aung dan Suu Kyi yang dikritik tidak berusaha melindungi minoriti Rohingya.
Adam Abu Bakar
Malaysia tidak menandatangani perjanjian membawa masuk pelarian tetapi bekerjasama dengan UNHCR dan agensi ant… Read More...
0 Response to "Pembangunan Drainase Anggaran APBD Tahun 2020 Menuai Keritik Warga"
Posting Komentar