Judul : RAT, Ketua Terpilih Sri Untari Bisowarno Koperasi SBW Malang Lakukan Transformasi Usaha Unit Kafe Progressif
link : RAT, Ketua Terpilih Sri Untari Bisowarno Koperasi SBW Malang Lakukan Transformasi Usaha Unit Kafe Progressif
RAT, Ketua Terpilih Sri Untari Bisowarno Koperasi SBW Malang Lakukan Transformasi Usaha Unit Kafe Progressif
RAT, Ketu Terpilih Sri Untari Bisowarno Koperasi SBW Malang Lakukan Transformasi Usaha Unit Kafe Progressif
MALANG | KEJORANEWS.COM: Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (SBW) Kota Malang mencatat kinerja yang cukup kuat pada tahun buku terakhir. Dari target usaha sebesar Rp90 miliar, koperasi perempuan terbesar di Malang tersebut berhasil merealisasikan sekitar Rp89 miliar.
Ketua Koperasi SBW, Dr. Sri Untari Bisowarno, mengatakan capaian tersebut diraih di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah bagi para anggota, khususnya pelaku usaha kecil.
“Target kami sebenarnya Rp90 miliar, dan realisasinya mencapai sekitar Rp89 miliar. Situasinya memang tidak mudah, sehingga target sempat kami turunkan sedikit menyesuaikan kondisi ekonomi anggota,” ujarnya.
Menurut Untari, penurunan daya beli masyarakat cukup dirasakan oleh anggota koperasi yang mayoritas pedagang kecil. Banyak pelaku usaha yang mengalami penurunan omzet secara signifikan.
Ia mencontohkan salah satu anggota yang sebelumnya mampu menjual hingga 50 porsi rawon per hari, namun kini jumlah penjualannya menurun. Dampaknya ikut mempengaruhi kemampuan pembayaran angsuran pinjaman.
“Dulu ada anggota yang pinjam Rp20 juta, sekarang meminjam lagi tinggal Rp7,5 juta karena usaha mereka menurun. Ini menjadi potret nyata kondisi ekonomi di lapangan,” jelasnya.
Dalam evaluasi RAT, pengurus juga memutuskan menutup salah satu unit usaha, yakni KPPK (Kelompok Pedagang dan Pengusaha Kecil) yang resmi berhenti beroperasi pada tahun 2024.
Unit tersebut dinilai sudah tidak mampu bersaing dengan program pembiayaan lain yang berkembang di masyarakat.
“KPPK akhirnya kami tutup karena kurang bisa bersaing dan kami memilih fokus pada sistem simpan pinjam tanggung renteng bulanan yang lebih kuat,” kata Untari.
Meski demikian, koperasi tidak tinggal diam. Pengurus mulai mendorong diversifikasi usaha agar aset yang dimiliki tetap produktif.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah membuka unit usaha kafe di Kota Malang. Keputusan ini didasarkan pada potensi pasar yang sangat besar dari kalangan mahasiswa.
Menurut Untari, Malang merupakan kota pendidikan dengan jumlah mahasiswa yang sangat besar.
“Mahasiswa Universitas Brawijaya sekitar 200 ribu, belum dari kampus lain. Totalnya mungkin mendekati 300 ribu mahasiswa. Hampir semuanya punya budaya ngopi atau nongkrong di kafe,” jelasnya.
Peluang tersebut dimanfaatkan SBW dengan menggandeng pihak ketiga. Hasilnya cukup menggembirakan karena dalam waktu sekitar sembilan bulan usaha tersebut sudah balik modal.
“Sekarang kami tinggal menikmati hasilnya. Ini bukti bahwa koperasi harus berani berinovasi,” ujarnya.
Untari juga menanggapi munculnya berbagai koperasi baru termasuk program Koperasi Desa Merah Putih yang didorong pemerintah pusat.
Menurutnya, kehadiran koperasi baru tidak perlu ditakuti karena setiap koperasi memiliki segmen dan karakter masing-masing.
“Kami tidak merasa tersaingi. Mereka hadir untuk membangun ekonomi berbasis koperasi. Biarkan mereka tumbuh, kami juga tumbuh,” katanya.
Ia menilai koperasi yang sudah mapan justru harus berperan sebagai pendamping bagi koperasi yang baru berkembang.
Bagi Untari, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi tetapi juga ruang kebersamaan yang dibangun atas nilai gotong royong.
Selama lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia koperasi, ia mengaku tidak pernah merasa lelah mengurus organisasi tersebut.
“Mengurus koperasi itu sudah menjadi bagian dari hidup saya. Karena di dalamnya ada gotong royong dan kekeluargaan. Banyak persoalan bisa diselesaikan dengan asas koperasi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa membangun koperasi seharusnya dimulai dari pendidikan anggota dan pengurus, bukan sekadar membangun fasilitas fisik.
“Koperasi harus dimulai dari bawah. Pendidikan anggota penting supaya mereka paham nilai dan sistem koperasi,” tegasnya.
Melalui penguatan pendidikan, diversifikasi usaha, serta solidaritas antaranggota, SBW optimistis dapat terus berkembang dan tetap menjadi salah satu koperasi perempuan paling berpengaruh di Jawa Timur. ANS
RAT, Ketua Terpilih Sri Untari Bisowarno Koperasi SBW Malang Lakukan Transformasi Usaha Unit Kafe Progressif
Sudah dibaca RAT, Ketua Terpilih Sri Untari Bisowarno Koperasi SBW Malang Lakukan Transformasi Usaha Unit Kafe Progressif linknya https://malaysiadansekitarnya.blogspot.com/2026/02/rat-ketua-terpilih-sri-untari-bisowarno.html

0 Response to "RAT, Ketua Terpilih Sri Untari Bisowarno Koperasi SBW Malang Lakukan Transformasi Usaha Unit Kafe Progressif"
Posting Komentar